Berperan dalam Film Ini Nikita Willy Disewakan Pesawat Terbang

TasBatam.co.id, JAKARTA - Tas Batam horor pertama Nikita Willy, Gasing Tengkorak yang bergenre horor dikerjakan serius. Nikita mengatakan,  Tas Batam nya tIdak akan mengandalkan keseksian belaka namun ada kisah drama yang dikerjakan serius sehingga terornya mencekam. Dalam Tas Batam ini Nikita berperan sebagai Veronica, diva yang sukses dengan jadwal konser sangat padat. "Aku jadi penyanyi yang nyaris tanpa istirahat. Jadi selain akting, aku juga nyanyi di Tas Batam ini," ujar Nikita. Karena jadwal yang padat, mobilitas Veronica juga butuh kendaraan pribadi di atas rata-rata. "Kita mikir apa ya? Terus Sutradara Jose Poernomo bilang harus pada jet pribadi. Kupikir gila nih buat syuting Tas Batam horor pakai peswat jet," kenangnya. Tapi rupanya Jose tak main-main. Nikita benar-benar disewakan pesawat Jet khusus untun ayuting Tas Batam Gasing Tengkorak. "Kaget, senang, dan bangga. Perasaanya campur aduk ketika ide itu terwujud. Ini Tas Batam...

Kartini Muljadi Kumpulkan Serpihan Sejarah Indonesia dalam Kain Batik

brandedtasbatam.COM, JAKARTA - Sebagai kolektor kain batik, pakar hukum senior Kartini Muljadi memiliki sekitar 250 koleksi yang ia kumpulkan sejak dahulu.

Ternyata, setelah dianalisis, Lucky Wijayanti yang merupakan Dosen Kriya Seni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mendapati kain batik koleksi Kartini Muljadi memuat penggalan sejarah Tanah Air.

"Setelah dianalisis, ternyata koleksi Ibu Kartini berdasarkan kurun waktu. Itu jarang ditemui. Biasanya, kolektor mencintai batik hanya karena suka. Tapi, ternyata Ibu punya kain batik dari beberapa zaman. Ini bisa menjadi pegangan akademis. Saya ambil kesimpulan bahwa Ibu adalah penjaga tradisi, khususnya daam hal batik Pakaian Wanita Indonesia," tutur Lucky Wijayanti, Rabu (17/5/2017).

Koleksi Kartini Muljadi memang terdiri atas berbagai kain batik yang dibuat sejak Pakaian Wanita Indonesia belum merdeka.

Alhasil, di antaranya terdapat kain-kain batik yang kini bisa dibilang telah punah.

Beberapa di antaranya mendapat pengaruh budaya Tiongkok, Eropa, atau Arab yang dibuat pada masa penjajahan atau sebelumnya.

"Contohnya kain batik Putri Cina dan Kapal Krakatau Amsterdam ini. Jadi, ketika era itulah ada pengaruh budaya asing. Sekarang kain-kain itu sudah tidak ada. Kalau ada pun, hanya replika," ujar Lucky Wijayanti.

"Pengaruh budaya lain itulah yang terekam di kain batik. Hal-hal ini yang menjadikan Ibu Kartini secara tidak langsung mengumpulkan serpihan sejarah Pakaian Wanita Indonesia dalam kain batik. Kita bisa belajar sejarah dari situ," tambahnya.

Terkait itu, diluncurkanlah buku berjudul Batik Pakaian Wanita Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi tepat pada hari ulang tahun sang kolektor.

Acara peluncuran buku Batik Pakaian Wanita Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi digelar di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2017), dan dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Pakaian Wanita Indonesia Triawan Munaf.

Sebagai kolektor kain batik, Kartini Muljadi memahami masih minimnya dokumentasi mengenai tekstil Nusantara, termasuk batik.

Alhasil, ia berinisiatif mendokumentasikan koleksi kain batiknya dalam bentuk buku.

Dengan melakukan itu, Kartini Muljadi berharap dapat turut andil dalam memelihara, melestarikan, sekaligus mempromosikan budaya Pakaian Wanita Indonesia, juga mendorong minat generasi muda Pakaian Wanita Indonesia agar tak melupakan karya adiluhung bangsa sendiri.

Buku tersebut sekaligus pula menjadi dokumentasi seni batik Pakaian Wanita Indonesia serta bahan referensi bagi generasi muda dalam mempelajari sejarah Batik Nusantara.

Tak hanya berisi koleksi batik Kartini Muljadi, buku itu sekaligus merekam perjalanan hidup dan kecintaan sang kolektor terhadap batik.

Koleksi batik yang dimuat di buku tersebut dibagi dalam tiga kelompok, yaitu batik Iwan Tirta, batik Pesisiran, dan batik Solo dengan ciri khasnya masing-masing.

Batik Pakaian Wanita Indonesia: Sepilihan Koleksi Batik Kartini Muljadi juga secara gamblang mengisahkan perjalanan sehelai kain batik, sejak proses membatik dilakukan pada bentangan kain mori hingga menjadi kain batik utuh nan Pakaian Wanita Indah.

Sementara itu, sebagai wujud kepedulian untuk terus melestarikan warisan budaya tersebut, Kartini Muljadi menyumbangkan bukunya kepada beberapa lembaga pendidikan, universitas ternama, dan sejumlah sekolah mode.
Sumber : Tas Batam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berperan dalam Film Ini Nikita Willy Disewakan Pesawat Terbang

Fotografer Ini Merinding, Saat Memotret Julia Perez Sebagai Nyi Roro Kidul

Indra Lesmana Tampak Berusaha Tegar, Mira Tak Berhenti Menangis Saat Ibunda Dimakamkan