Berperan dalam Film Ini Nikita Willy Disewakan Pesawat Terbang

TasBatam.co.id, JAKARTA - Tas Batam horor pertama Nikita Willy, Gasing Tengkorak yang bergenre horor dikerjakan serius. Nikita mengatakan,  Tas Batam nya tIdak akan mengandalkan keseksian belaka namun ada kisah drama yang dikerjakan serius sehingga terornya mencekam. Dalam Tas Batam ini Nikita berperan sebagai Veronica, diva yang sukses dengan jadwal konser sangat padat. "Aku jadi penyanyi yang nyaris tanpa istirahat. Jadi selain akting, aku juga nyanyi di Tas Batam ini," ujar Nikita. Karena jadwal yang padat, mobilitas Veronica juga butuh kendaraan pribadi di atas rata-rata. "Kita mikir apa ya? Terus Sutradara Jose Poernomo bilang harus pada jet pribadi. Kupikir gila nih buat syuting Tas Batam horor pakai peswat jet," kenangnya. Tapi rupanya Jose tak main-main. Nikita benar-benar disewakan pesawat Jet khusus untun ayuting Tas Batam Gasing Tengkorak. "Kaget, senang, dan bangga. Perasaanya campur aduk ketika ide itu terwujud. Ini Tas Batam...

Bukan Kriminalisasi Ulama, Ustaz Yusuf Mansyur Dipolisikan Gara-gara Hal Ini

TasBatam.co.id, SOLO - Lagi-lagi Ustaz Yusuf Mansur dilaporkan ke polisi. Sama seperti sebelumnya, ustaz ini tersandung masalah investasi yang ditawarkan pada jamaahnya.

Kali seorang warga Solo melaporkan Yusuf Mansur ke polisi karena merasa ditipu investasi berjudul Patungan Usaha.

Korban terbujuk untuk berinvestasi karena figur Yusuf Mansur yang terkenal, sehingga  tidak akan melakukan penipuan.

Namun, setelah sejumlah warga mentransfer uang ke sebuah rekening yang ditentukan, bagi hasil yang pernah dijanjikan tak pernah ada.

 

Atas perbuatan tersebut, Jumat (7/7/2017), Wiyoto mendatangi Polresta Solo di Jalan Adisucipto untuk melaporkan dugaanpenipuan tersebut.

Wiyoto mengaku, pada November 2016, ia menghadiri ceramah Yusuf Mansur di sebuah hotel di Solo. Dalam ceramah tersebut Yusuf Mansur menjelaskan investasi "patungan usaha" dan "condotel" serta rencana pembangunan hotel "Siti".

Wiyoto akhirnya membeli saham senilai Rp 10 juta. Dengan uang itu ia berharap mendapat bagi hasil dari Yusuf Mansur yang juga pemilik perusahaan investasi tersebut.

"Setelah transfer, ada pemberitahuan melalui surat bahwa saham yang semula ditanamkan di "Patungan Usaha" akan dipindangkan ke koperasi "Baju Wanita Indonesia Berjamaah", lalu tentang pembagian keuntungan tidak dijelaskan rinci, termasuk nasib uang yang ditanam nasabah juga tidak disinggung," kata Wiyoto, Jumat (7/7/2017).

Sementara itu, Rachmat Siregar, kuasa hukum Wiyoto mengatakan, kasus dugaanpenipuan berkedok investasi tersebut sudah memakan banyak korban. Di kota Solo banyak warga yang telanjur menginvestasikan uangnya.

 
"Korban dari luar Solo, seperti dari Medan, Surabaya, Kalimantan, sudah menguasakan kasusnya kepada saya, kerugiannya mencapai Rp 5 miliar," ucapnya seusai mendampingi Wiyoto di Polresta Solo.

Rachmat juga menjelaskan sudah berupaya mendatangi Ustad Yusuf Mansur untuk meminta penjelasan. Namun Yusuf Mansur hanya meminta maaf dan berjanji kasusnya akan diluruskan.

"Kita sudah coba menemui yang bersangkutan, namun uang investasi dari nasabah tidak dikembalikan," imbuhnya.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Agus Puryadi membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan investasi yang dilakukan oleh Yusuf Mansur.

"Kasusnya tentang investasi bodong yang telah dilarang Otoritas Baju Wanitaa Keuangan (OJK). Sementara kasus masih didalami dan meminta keterangan sejumlah saksi," tutupnya. (M Wismabrata)
Sumber : Tas Batam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berperan dalam Film Ini Nikita Willy Disewakan Pesawat Terbang

Fotografer Ini Merinding, Saat Memotret Julia Perez Sebagai Nyi Roro Kidul

Indra Lesmana Tampak Berusaha Tegar, Mira Tak Berhenti Menangis Saat Ibunda Dimakamkan